Me, My World

There must be me in my world

150513

Ketika tuntutan menjadi lebih tinggi, sementara sumber daya belum mengimbangi, lalu rasanya sesak…tenangkan dirimu, bersabarlah, lalu berpikir. yes you can. U just can do it well! - Pai

Comfort

For the name of many reasons, I just dont have any reason when I’m with you -Pai

Klasika (klausul-klausul sisih kata)

Kamu  tau cinta? Bukan kamu.

Kamu tau rindu? Itu juga bukan kamu.

Kamu tau malu? Bukan kamu juga kok.

Kamu adalah aku.

Bahkan kamu tidak tau kan?

Sekarang kamu tau

Maliq & D’Essentials - Dan Ketika

  • Ketika waktu tlah menciptakan cerita tentang kita
    Mestinya semua indah kini yang terasa..oh

    Sejujurnya kadang aku pun tak mengerti
    Peran apa yang kita jalani
    Seindahnya dunia ini takkan seindah
    Bila ku milikimu dan ku milikmu..uh

    Reff:
    Bila memang bukan kita yang tentukan
    Kemana arah cinta ini kan membawa
    Berikanlah aku satu jalanmu tuhan
    Agar aku mengerti apa yang kita jalani..kini

    Bilakah waktu tlah menentukan saatnya
    Saat untuk bersama
    Saat-saat kita jelang bahagia..oh

    Percayalah sayang bukan aku tak sayang
    Bila cinta tak mampu bertahan
    Seindahnya cinta ini takkan seindah
    Bila ku milikimu dan ku milikmu..oh

    Reff:

    Interlude:

    Tetaplah tersenyum
    Yakinlah waktu kan tentukan saatnya
    Aku denganmu..uh..

Justin Timberlake - (Another Song) All Over Again

You’ve been alone, you’ve been afraid
I’ve been a fool
In so many ways
but I would change my life
If you thought you, might try to love me
So please give me another chance
To write you another song
And take back those things I’ve done
Cause I’ll give you my heart
If you would let me start all over,
Again

I’m not a saint
I’m just a man
Who had heaven and Earth
In the palm of his hand
but I threw it away
So now I stand here today asking forgiveness and if you could just please
Give me another chance
to write you another song
And take back those thing’s I’ve done
Cause I’ll give you my heart
If you would let me start all over
Again

Little girl you’re all I’ve got.
Don’t you leave me standing here once again?
‘Cause I’ll give you my life
Yes I would.
If you would let me try to love you

So please give me another chance to write you another song and take back those thing’s I’ve done

‘Cause I’ll give you my heart
If you would let me start all over
Again

Again, oh,no no ohh

You know I love you, yeah
give me one more chance
No no, no no no no

Sore feat Atilia - Silly Little Thing

Raining out on Sunday
A lazy funny calm day
Laying down on some fun times as well

You slowly come to my sense
Our time has come to be friends
The sun is sliding up for some love dance

Ah.. so fine
(Just like) everybody’s waltzing watching the raindrops
Silly little thing that you are

And I’m so glad you’re mine
(You make me) walking on side arms frolic some sweet flaunts
Silly little thing that you are

Silly little thing that you are, boy
Fancy everything that you’ve got, dear
Every little thing you desire’s waiting for you

So now the fun is out there
Such a flaming escapade
The sun is setting up for the game to play

Raining out on Sunday
Lazy funny calm day
The moon is sliding out for some more love dance

Ah.. so fine
Everybody’s waltzing watching the raindrops
Silly little thing that you are

And I’m so glad you’re mine
(errrr) Little foolish flaunts
Silly little thing that you are

Silly little thing that you are, boy
Fancy everything that you’ve got, dear
Every little thing you desire’s waiting for you

We silly
Just watching the raindrops doing nothing

Silly thing that we are
Silly thing that we are

NMCC Semarang

Sebut saja judulnya begitu. Biar kejadiannya tersamarkan. Biar posting ini juga tidak ditemukan hehe. 

Intinya ini adalah tentang suatu perlombaan yang diadakan di suatu kota di Jawa Tengah, yang membawa gue ke tempat paling gue rindukan selama ini. 

Mari dimulai dari muasal gue mau ikut lomba ini. Awalnya gue ga berminat untuk mengikuti perlombaan yang menghabiskan waktu persiapan selama sebulan/lebih, apalagi dengan jadwal latihan yang kepagian, setiap hari dan tidak mudah untuk meliburkan diri (tanggungjawab). Semester ini gue maunya fokus pada hal-hal yang sudah tertulis pada lists gue aja.  Tadinya begitu. Sehingga ketika ajakan itu datang, gue berusaha untuk menolaknya. Tetapi…seperti ini jalan Yang Maha Kuasa. Ada 2 hal yang tertulis pada “100lists to do” yang gue buat pada tahun 2011, pertama adalah “Mengunjungi kota X” dan yang kedua adalah “Prestasi untuk Kampus”. Dua mimpi masa lalu vs satu rencana masa kini, pilih mana? Bisakah dua-duanya dijalankan? Jawabannya bisa. Tapi, ada satu yang harus ditunda. Mau? Ragu. Berhari-hari berpikir. Beberapa hambatan tiba-tiba saja hilang. Seolah, kembali, petunjuk Nya. Baiklah, karena ini ajakan Senior X, karena Rabb telah memberikan petunjuk Nya, karena papa bahkan tidak menghalangi, karena pria itu ‘memberi’ support, karena gue harus berani menghadapi tantangan yang ada. Maka baiklah kita coba. Gue pun menjadi bagian dari tim X ini.

Lalu latihan-latihan itu terasa biasa saja, ringan, sangat terbiasa untuk pulang jam 1 atau 2 atau 3 atau 5 pagi atau tidak pulang sama sekali.Ini bukan kali pertama begini, pada lomba Y hal ini juga terjadi. Karena sudah terlatih di lomba Y, lomba X terasa…”ya sudah, biasa”.

Kemudian, latihan-latihan itu dipenuhi emosi. Negatif dan positif. Ada kalanya merasa tidak sesabar itu untuk memberikan penjelasan pada rekan. Ada kalanya merasa lelah pada semua rutinitas tak berperi itu. Ada kalanya seluruh tubuh terasa remuk. Bahkan ketika berbaring tidur pun ingin menangis, sakit semua. Beberapa kali menahan kantuk di kelas. Sempat beberapa kali juga tertidur di kelas. Tapi dibalik semua ‘perjuangan’ itu ada ‘hadiah’ yang diberikan oleh Nya, secara bertahap. Gue menemukan keluarga baru. Ya, teman-teman baru, junior baru, sahabat baru, jenis musik baru, bakat baru, pribadi-pribadi baru. Semua yang mengisi hari-hari gue selama satu bulan lebih itu. Mereka yang kemudian menjadi semangat gue untuk bertahan di tim itu, dan berjuang akan semua sakit-derita-sedih-tangis yang ada selama itu. Mereka adalah cahaya baru dalam kehidupan gue. Membuat gue banyak bersyukur dan berdoa untuk kami. Gue menyayangi Tim X ini, dengan segala keunikannya. Bagaimanapun gue belajar untuk menyayangi, sabar, berkasih sayang, terbuka, dan bicara lebih terbuka dari tim X ini. Pelajaran yang sudah lama sekali tidak gue dapatkan dari kehidupan ini. Mungkin inilah salah satu maksud Nya.

Lalu tibalah pada masa dimana kesungguhan perjuangan benar-benar dibutuhkan. Hari perlombaan sudah dekat kawan. Hehe. Artinya kami akan segera berangkat ke kota X itu, kota yang selalu dekat di hati gue, sekalipun wujud gue sudah sangat jauh darisana. 

Siapa yang tidak gembira? Siapa yang tidak takut? Siapa yang tidak berusaha untuk tenang? Semua begitu. Termasuk gue. Senyum yang terus terkembang. Kesabaran yang makin ditingkatkan. Keikhlasan pada Nya atas apapun hasilnya nanti. 

Riang sekali hati ini menanti beberapa jam memasuki kota X. Gue sibuk memperhatikan detil jalanan. Sebentar lagi, sudah hampir dekat, i can’t wait anymore. Gue sudar terlalu rindu pada kota X, kota dengan banyak impian, kota yang mengajarkan arti persahabatan pada si bocah kecil gue. Kota X adalah yang mengajarkan tentang ketulusan bergeng. Hehe. Geng pertama gue, geng yang ramai, geng yang heterogen, geng yang saling sangat menyayangi satu sama lain. Geng yang selalu ingin gue temukan kembali. Geng yang gue harap bisa ber-reuni. Geng yang selalu gue cari anggotanya hingga saat ini. Semua cara … dan gue hanya bisa menemukan kepingannya saja. Ya pokoknya demikianlah hehe.

Next, bis kami berhenti di depan penginapan yang sudah dipesan. Udara pertama gue di kota X setelah sekian lama. Masih sama, sama menenangkan. Sejuk. Auranya masih sama, sama bersahabatnya. Kerinduan itu besar, sebesar tekad untuk melakukan yang terbaik dalam perlombaan ini. Lalu amunisi semangat gue bertambah, ada Geng Masa Lalu disana, di hati gue. 

Lalu perlombaan dimulai. Kompetisi. Sudah biasa bila ada yang sinis melirik kampus kuning. Sudah biasa bila ada yang membenci, sebiasa bila ada yang suka :) Lalu LO yang baik sekali, hehe, LO X yang ternyata mengenal beberapa dari Geng Masa Lalu gue. Ternyata begitu rasanya kalau membicarakan teman-teman lama yang satu SD, satu SMP atau sekolah lainnya. Yah, di SMP X aku tidak pernah ngobrol “eh si A (yang satu SD dengan kita) masuk SMP itu lho” dst… Nasib anak nomaden hehe.

Yah, seseru itu mewarnai hariku yang rindu dengan hanya membicaraka Geng Masa Lalu dengan orang yang ternyata mengenal mereka. Meski tak seutuhnya kerinduan itu terbasuh, karena gue ga sempat ke rumah yang dulu gue tinggali, atau sekolah gue dan lingkungan sekitar sana. Tapi gue sudah sangat bahagia, bisa kembali ke kota X, ngobrolin tentang Geng Masa Lalu. Sudah lebih dari cukup. Gue bisa datang dan kembali kesana, memenuhi salah satu impian gue. 

Lalu ternyata, pengorbanan dan perjuangan itu tidak hanya mencoret satu daftar mimpi gue, dua-duanya. Alhamdulillah. Meski bukan pemenang di atas kertas, we always know how’s the winner and who is the best winner. Hanya keberuntungan saja. Nah cerita tentang ‘kemenangan’ ini ntaran aja ya. Intinya kita tetap memberikan prestasi kok :D 

Lalu sekarang list yang tertunda itu sudah separuh jalan, beberapa waktu lagi akan juga tercoret. Semoga amin.

Beginilah cara Allah SWT menujukkan jalan lurus Nya. Beginilah cara Nya membantu kita memilih. Tidak ada pilihan yang sia-sia. Tidak ada derita yang tak terbayarkan. Tidak ada perhitungan yang meleset. Semua dengan izin Nya dan hanya kepada Nya sudah sepantasnya kita berserah.

Selanjutnya, makin semangat lah Pu untuk menyelesaikan apa yang seharusnya diselesaikan berikutnya. Belum terlambat. Tidak terlambat. Semangat!!!

#UdahPutusinAja

Ada yang tau judul diatas? Yap, itu salah satu judul buku yang ditulis oleh Ustad Felix Y Siauw, ustad twitter, yang syiarnya sering banget di re-tweet sama golongan muda masa kini.

Sebelum punya project X, gue ga kenal sama Beliau. Ga tau bahwa Beliau exist bahkan. Kemudian, saat rapat kesekian membahas pengisi acara, tersebutlah namanya. “WHO IS HE?” Kenapa semua orang tau, kecuali gue. Kenapa pada seseneng itu kalau ngebahas Beliau? Se-asik apa sih tweet nya atau bukunya atau orangnya? Kenapaaa?

Tapi gue ga begitu inisiatif buat kepo di twitter. Cukup denger ceritanya dari senior aja. Jadi….. beliau adalah seorang yang menemukan nur ilahi di dalam hatinya, Islam menjadi pilihannya di usia sekian. Ada banyak perjuangan yang dilakukannya. Termasuk yang paling gue notice adalah syiar nya tentang #UdahPutusinAja. Kakak-kakak perempuan pada se-excited itu untuk ngebahas tweet-nya, semacam kegalauan remaja putri terjawabkan dengan bahasannya itu. Semacam menjernihkan pikiran-pikiran butek milik golongan muda. Semacam menerangkan gelapnya hubungan tanpa status, menepuk cinta yang bertepuk sebelah tangan, menampar gaya pacaran muda-mudi. Membuat yang sering galau makin intropeksi diri sama kegalauan yang ga jelas juntrungannya. Membuat hati juga teguh sama apa yang selama ini goyang dan rapuh itu. Yah pokoknya intinya begitu.

Penasaran dong sama seperti apa sih tulisannya. Akhirnya ketika ke toko buku kemarin, gue ‘kaget’. Ya ga selebay itu juga, tapi…demi apa..cover bukunya se-pink itu. Wah gokil hehe. Baru kali ini ada buku motivasi/inspiratif islami remaja yang “berani”. Wah….seru seru. Alhasil gue pun berminat membolak-balikan halamannya.

Wah wah wah. Isinya serius. Seserius buku sejenisnya. Tapi pengemasannya sungguh alami, sejujur bagaimana berbicara dengan golongan muda. Ilustrasinya juga lucu. Lalu terpasanglah tekad, I have to read it. Siapa tau ini petunjuk Allah supaya gue dapat petunjuk mengatasi kerisauan belakangan. Haha

Akhirnya gue ga sekedar mendengar cerita dari orang-orang yang udah baca, now I know what’s inside of it too.

Hmm… seperti suatu pertanda bagaimana bersikap yang benar dan momen evaluasi diri. 

Judul yang menarik. Materi yang berbobot. Pengemasan yang tidak ‘memaksa’. Buku #UdahPutusinAja ini mampu membuat gue….berpikir berpikir berpikir dan menemukan jawaban. Terimakasih ustad. Terimakasih karena sudah memberi warna pink pada hari yang abu-abu itu. Setidaknya jadi lebih cerah. 

Ini buku pink pertama gue lho, anyway #thecolourihateso haha 

The Unexpected Surprise

—“…Mungkin ini yang namanya cinta sejati, it keeps you glowing even after that someone is long gone...” - The Unexpected Surprise, Nina Andiana

Love is a verb

—“More than words. Is all you have to do to make it real. Then you wouldn’t have to say, that you love me. Cause I’d already know…” -Extreme (Love is Verb, Meilia Kusumadewi)